Sekitar pukul 06.30 WIB, jarak pandang sangat terbatas, di bawah 300 meter. Jarak pandang yang terbatas ini berlangsung hampir satu jam lamanya.
Kondisi ini membuat sejumlah pengendara harus menyalakan lampu kendaraan. Sebab, tanpa menyalakan lampu, maka dari arah yang berlawanan terlihat samar-samar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 07:30 WIB, jarak pandang mulai normal di atas 1 km.Β Kendati asap mengepung kota, namun hal ini tidak membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker.
"Kita sudah terbiasa sejak dulu menghirup asap. Jadi sudah malas kita pakai masker," kata Rahmad, pedagang bubur di kawasan Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru.
Sementara itu, kabut asap yang cukup tebal ini belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru.
Menurut Staf Airport Duty Manger, Ahui, kepada detikcom, pagi ini jadwal penerbangan belum ada. Jadwal kedatangan dan kepergian baru dimulai pada pukul 09.30 WIB.
"Jadi memang pagi ini bertepatan belum ada jadwal kedatangan dan keberangkatan. Sehingga walau kabut asap, hal ini tidak mengganggu aktivitas kami di bandara," kata Ahui.
Dia menyebutkan, berdasarkan pantauan pihak Bandara SSK, sejak pukul 07.30 WIB, jarak pandang berangsur normal yakni 1 km.
"Sesuai aturan yang ada, bandara baru akan kita tutup jika jarak pandang di bawah 1 km. Itu sudah aturan yang ditetapkan Dephub. Saat ini jarak pandang masih normal," terang Ahui.
(cha/nrl)











































