"Catatan buruk yang masih melekat pada institusi ini adalah soal praktik korupsi dan praktik penggunaan kekerasan dalam proses penyidikan suatu perkara," Ketua Pengurus SETARA (Institute for Democracy and Peace) Hendardi dalam siaran pers yang diterima, Rabu (1/7/2009).
Hendardi menjelaskan dari catatn SETARA, praktik korupsi, penyiksaan, dan kultur militerisme masih melekat dalam diri polri. "Polri harus segera mampu mendesain sistem dan mekanisme internal yang bisa memastikan perubahan kultur aparat secara tepat dan lebih baik," tambahnya.
Dalam reformasi kepolisian, selain peningkatan kesejahteraan juga harus ada upaya peningkatan aparatnya dalam hal pengetahuan hukum.
"Hanya sebagian aparat Polri yang melek hukum, apalagi produk hukum baru. Polri juga jangan terjebak dalam permainan elit politik, jangan sampai Polri terseret atau bahkan bertindak tidak imparsial dalam proses pemilu presiden," tutupnya.
(ndr/gah)











































