"Ketinggian semburan tinggal 50 cm," ujar Kepala Desa Walikukun Asep Faturahman kepada detikcom, Senin (29/6/2009) pukul 10.00 WIB. Lumpur bercampur air yang menyembur dialirkan ke Kali Ciujung.
Asep menjelaskan saat ini tumpukan pasir telah disusun di sekeliling pusat semburan lumpur tersebut. "Ini untuk mencegah agar lumpurnya tidak meluas," katanya.
Saat menyembur pertama kali 20 Juni lalu, semburan sempat mencapai 15 meter. Selain lumpur dan air, semburan juga mengandung gas metana.
Semburan lumpur bercampur gas memang sering terjadi di Walikukun. Namun peneliti ESDM menjamin bahwa gas itu tidak berbahaya.
(nal/nrl)











































