Purut, Jakarta Selatan, ditangkap polisi pada Jumat (26/6/2009).
"Wah itu rumahnya artis ya, saya malah baru tahu," kata kepala gang, Mamat (29) alias Kapten saat digelandang ke Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Jakarta.
Komplotan ini terdiri dari Noce Ishak, Andika, Abri alias Mamat alian Kapten, Eriko, Edy Yusuf, Herman, Ahmad Ersan dan Joko Pramono. Semuanya berusia di bawah 30 tahun dari satu kampung di Palembang.
"Waktu itu saya dan Edy masuk rumah. Pura-pura mau membenarkan mebel. Adapun enam orang lainnya mengawasi di sepanjang jalan," ujar pria yang telah beraksi puluhan kali.
Ketika pembantu lengah, kata Kapten, mereka segera mengambil barang dengan berpura-pura mengecek kamar yang hendak diperbaiki. Setelah berhasil mengambil barang, keduanya langsung pamit kepada pembantu rumah tangga.
"Awalnya saya tanya ke pembantu. Kalau ada majikan ya tidak jadi," kata dia.
Kawanan ini juga menggasak rumah anggota DPR di Jalan Pejaten Barat, rumah
bos biro wisata di Ragunan serta rumah pensiunan pejabat DPU. "Kalau rumah kayak gitu kan barang berharganya pasti banyak. Isi almari pasti kalau tidak berlian ya uang," pungkasnya.
(asp/aan)











































