"Saat semburan pertama terjadi, seperti hujan lumpur. Semburan lumpur itu membawa juga pasir dan kerikil, sehingga rumah-rumah yang di dekat lokasi semburan tertimpa batu. Banyak genting rumah hancur," kata Oki, salah seorang warga saat ditemui detikcom, Minggu (21/6/2009).
Hujan lumpur dan kerikil itu terjadi dalam area yang cukup luas. Bahkan, rumah Oki yang berada 15 meter dari titik semburan lumpur juga terkena. "Genting rumah saya juga pecah-pecah. Setengah atap saya bolong," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Desa Walikukun, Asep Faturahman, menyatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi agar lumpur yang menyembur itu tidak membanjiri rumah warga. "Kemarin malam warga dan perangkat desa menaruh pasir-pasir di dalam karung untuk menjadi pembatas," kata dia.
Hingga saat ini, belum ada upaya-upaya nyata yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak-pihak terkait untuk menghentikan semburan lumpur. Hingga pukul 18.00 WIB, lumpur itu masih menyembul dan mengalir dari sumur bor, meski tidak dalam volume yang tinggi.
(asy/nrl)











































