Akibatnya, seorang petugas keamanan tewas. Petugas tersebut meninggal akibat luka-luka tembak yang dialaminya. Dia tewas setelah dilarikan ke rumah sakit. Demikian diberitakan CNN dan NBC seperti dilansir kantor berita AFP , Kamis (11/6/2009).
Saat insiden itu terjadi, museum tersebut tengah ramai dipadati pengunjung. Mereka pun panik berlarian menyelamatkan diri.
"Tampaknya pelakunya seorang pria bersenjata yang masuk ke museum dan melancarkan tembakan dengan senapan," kata Kepala Kepolisian Washington Cathy Lanier.
Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai James von Brunn, seorang pria berusia 88 tahun. Dia diketahui terkait dengan kelompok supremasi kulit putih dan organisasi antipemerintah.
Kondisi pelaku saat ini dalam keadaan kritis. Dia terluka akibat terkena tembakan dua penjaga keamanan lainnya yang bergerak untuk menghentikan aksi membabi-butanya.
Brunn telah menulis beberapa buku mengenai Holocaust, Adolph Hitler, dan pandangannya mengenai supremasi kulit putih. Dalam posting di blognya belum lama ini, dia menyebut "Amerika adalah sampah rasial Dunia Ketiga, dungu, dan bodoh".
Kepolisian AS dan FBI menyatakan, mereka tidak punya dugaan ataupun peringatan akan terjadinya serangan itu.
(ita/nrl)











































