Imbauan itu disampaikan serikat kerja Alter di Air France seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (9/6/2090).
Beberapa hari lalu Air France menyatakan, pihaknya tengah mempercepat penggantian sensor kecepatan, yang dikenal sebagai pitot tubes, pada semua pesawat Airbus-nya. Namun Air France tidak menyebutkan batasan waktu untuk modifikasi tersebut.
Serikat Alter menyatakan, para anggota pilotnya hendaknya tidak menerbangkan Airbus sampai modifikasi dilakukan pada pesawat-pesawat itu.
"Tolak setiap penerbangan dengan A330/A340 yang belum memodifikasi setidaknya dua pitot sensors," demikian pernyataan serikat. Ada tiga pitot sensors pada pesawat Airbus A330.
Belum jelas apakah pilot-pilot Air France akan mematuhi imbauan serikat tersebut.
Pesawat Air France A330 yag bertolak dari Rio de Janeiro, Brasil menuju Paris, Prancis jatuh ke Samudera Atlantik pekan lalu. Sebanyak 228 orang diyakini tewas dalam musibah itu.
Para penyidik mengatakan ada "inkonsistensi" dengan catatan kecepatan sebelum tragedi itu. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pitot tubes di pesawat tersebut mungkin membeku sehingga memberikan data yang salah yang kemudian membingungkan pilot saat memasuki daerah badai.
Air France telah menyatakan pihaknya menemukan masalah pada sensor kecepatannya pada Mei 2008 lalu. Dan telah meminta Airbus untuk memberikan solusi guna mengurangi atau mengatasi masalah tersebut.
(ita/nrl)











































