Malaysia. 13 WNI yang menjadi ABK dikabarkan selamat. Perusahaan pemilik kapal tersebut mengaku bertangung jawab penuh terhadap ABK yang selamat.
“Pemilik kapal sudah berjanji untuk menanggung seluruh pembiayaan ABK, sejak
dari penampungan hingga pemulangannya, termasuk upah,” jelas Minister
Konselor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Widyarka Ryananta
kepada detikcom usai mengunjungi Pelabuhan Klang, Selangor, Minggu (7/6/2009).
Widyarka mengatakan, kepastian tersebut didapatkan setelah menghubungi pemilik PT Samudera Indah, Zuraidah, yang berkedudukan di Tanjung Balai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indah tersebut. Dia menjelaskan, akan segera menyiapkan Surat Perjalanan
Laksana Paspor (SPLP) dan mengurus surat laporan ke pihak kepolisian agar para ABK tersebut dapat segera bertemu keluarganya di Indonesia.
Nahkoda KM Crystal Indah yang selamat, Rusli, mengatakan kapal yang
berkapasitas angkut hingga 686 ton tersebut sebenarnya hanya mengangkut barang seberat 150 ton lebih. Dia memaparkan kapalnya terdiri dari bijih plastik 70 ton , lem 36 ton , helm 1728 unit atau 33 ton, kawat 24 ton, gembok 18 ton, paku 26 ton dan kotak kosong 6 ton.
Rosli juga menceritakan, kapal bertolak dari kompleks Barter Trade Asa Niaga, Port Klang pada 6 Juni 2009 menuju Langsa Aceh. Namun baru berlayar sekitar 7,5 mil kapal terbakar dan tenggelam di sekitar perairan Tanjung Karang.
13 ABK yang sempat terapung-apung dilautan berhasil di selamatkan oleh nelayan Malaysia dan kemudian diserahkan kepada polisi laut Malaysia.
ABK yang selamata adalah Rusli (Nahkoda), Nurlan Sirait (Muallim I), Sarman
(Muallim II), Demson Simanjuntak (KKM), Nawawi, Sastrawana (Juru Minyak), Dadang, Bahrun, Syafaruddin, Muchlis, Sofian, Boy dan Admiral Sirait (Juru Mudi).
(/lrn)










































