Pihak Kepolisian dan TNI AL hanya bertugas mengevakuasi para korban yang selamat dan meninggal. Demikian penjelasan komandan pos TNI AL Bagansiapi-api, Letda Al Muhfid kepada detikcom, Kamis (28/5/2009).
Sebagaimana diketahui, para imigran gelap ini datang ke Indonesia dengan menggunakan kapal kayu dari Malaysia. Diperkirakan, mereka berangkat malam hari dari negeri Jiran itu sebanyak 26 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal yang mengangkut mereka diketahui tenggelam oleh Nalayan sekitar 07.30 WIB. Nelayan tersebut melihat beberapa orang mengapung di laut dan langsung menghubungi aparat terdekat. Sejumlah anggota TNI AL dibantu Polair diturukan untuk melakukan evakuasi.
Sebanyak 16 penumpang kapal dinyatakan selamat, 5 tewas, dan 15 lagi masih dinyatakan hilang. Sejauh ini belum diketahui soal ABK dan nahkodanya apakah mereka selamat atau tidak.
Kasus masuknya warga imigran ini bukan kali pertama terjadi di Riau. Dalam dua bulan terakhir saja, sudah beberapa kali imigran masuk ke Riau dari Malaysia. Jumlahnya lebih dari 50 orang di luar. Mereka sebagian ditampung di imigrasi dan sebagian lainnya di Rudemim, Pekanbaru.
Penampungan di Rudenim sendiri sudah over capasity setelah adanya imigran yang tertangkap di Jakarta baru-baru ini. Sehingga puluhan imigran yang sebelumnya ditangkap dikirim ke Kantor imigrasi.
(cha/irw)










































