Penghargaan bergengsi berkaliber internasional dengan hadiah senilai Eur 150.000 ini telah diserahkan kepada Direktur KBR68H Utan Kayu Isaac Santoso oleh Ketua King Baudouin Foundation (KBF) Baron Piot di Istana Kerajaan Belgia di Brussel (19/5/2009).
Pemberian penghargaan dilakukan di hadapan Raja Belgia Albert II yang didampingi oleh Ratu Paola, Pangeran Phillipe dan Puteri Mathilde, anggota kerajaan lainnya serta PM Herman Van Rompuy dan Waperdam Didier Reynders, serta seluruh anggota kabinet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKBR 68H, bukan hanya semata kantor berita, ia menjadi agen pembangunan, aktivis gerakan pembangunan sekaligus penggerak kekuatan masyarakat madani,β demikian Piot sesuai upacara.
Dubes RI Brussel Nadjib Riphat Kesoema, yang hadir dalam pemberian penghargaan tersebut, mengatakan bahwa pemberian penghargaan King Baudouin International Development Prize kepada Indonesia, kali ini KBR68H Utan Kayu, adalah bukti sekaligus pengakuan dari Pemerintah Belgia maupun masyarakat internasional.
"Ini pengakuan atas kemajuan demokrasi berikut peningkatan peran masyarakat madani pascareformasi dalam membangun iklim demokratis di tanah air," ujar Nadjib.
Secara terpisah Korfungsi Pensosbud dan Diplomasi Publik PLE Priatna menjelaskan bahwa KBR68H ini telah menyisihkan 300 kandidat lainnya dari seluruh dunia ini.
KBR68H dinilai sebagai sebuah kantor berita independen, dianggap berhasil memberikan kontribusi terhadap berlangsungnya pembangunan berkelanjutan, yang didasarkan pada penguatan sendi-sendi demokrasi, toleransi, dan partisipasi masyarakat, dengan menyediakan dan menyajikan informasi-informasi berkualitas melalui jaringan media radio pada berbagai stasiun radio lokal, sekaligus mewujudkan etika profesionalisme di dunia media.
"Hadiah prestisius bagi Indonesia ini tidak hanya pengakuan dari masyarakat internasional atas upaya yang telah dilakukan masyarakat pers Indonesia dalam mengembangkan pendidikan politik yang cerdas bagi demokrasi dan pluralisme, tapi juga pengakuan bahwa media menjadi pilar keempat proses demokratisasi yang berlangsung di Indonesia," demikian Priatna.
Dengan capaian ini KBR68H dari Indonesia sekelas dengan badan/individu penerima lainnya seperti Paulo Freire (Brazil), Grameen Bank (Bangladesh), Kagiso Trust (Afrika Selatan), The International Foundation for Science (Swedia), dan Fairtrade Labelling Organization (Jerman).
(es/es)











































