"Sesuai rencana, Netanyahu akan fokus ke masalah nuklir Iran," kata penasihat keamanan nasional Israel, Uzi Arad kepada wartawan di Washington, AS menjelang pertemuan yang akan berlangsung Senin, 18 Mei waktu AS itu.
Dengan menjadikan masalah Iran sebagai fokus pembicaraan tersebut, Netanyahu akan mengirimkan sinyal kuat kepada Obama bahwa masalah terbentuknya negara Palestina bukan isu yang membutuhkan perhatian segera.
Menurut Arad, isu nuklir Iran sangat mendesak bagi Israel. Dikatakan Arad, masalah nuklir itu merupakan ancaman bagi keberadaan Israel.
"Perdana Menteri akan menekankan soal mendesaknya isu itu," tandas Arad seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (18/5/2009).
Belum lama ini Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, negara-negara besar dunia harus mengambil tindakan terhadap Iran jika negeri itu tidak menghentikan aktivitas nuklirnya hingga Agustus mendatang.
Jika upaya diplomatik gagal, para pemimpin Israel tidak mengesampingkan kemungkinan serangan militer terhadap Iran.
Sebelumnya dalam wawancara di majalah Newsweek, Obama mengatakan dirinya akan membujuk Netanyahu soal nuklir Iran dalam pertemuan di Gedung Putih tersebut. Obama akan menekankan bahwa pendekatan diplomatik terhadap Iran adalah cara yang terbaik.
(ita/iy)











































