Dua remaja putri, Pratiwi dan Ani saling menjambak dan mencakar setelah sebelumnya adu mulut. "Dia ngatain kedua orang tua saya yang gak-gak," ujar Pratiwi, 16, yang masih duduk di bangku SMEA di Jagakarsa kepada wartawan, Selasa, (12/5/2009).
Pertengkaran ini berawal saat Pratiwi dan Ani serta 4 teman sebaya lainnya sedang berkumpul di rumah Iis, salah satu teman merka di Jalan Brigif Raya 18 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Usai pulang sekolah siang ini, keenamnya ngerumpi seperti biasa di rumah Iis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak tahan di cela terkait masalah keluarga, Pratiwi pun naik pitam. Ani pun gantian mengolok-olok balik Pratiwi. Terjadilah adu mulut bak perseteruan tokoh politik memperebutkan kursi presiden.
"Biasanya sih pada cuek. Tapi mungkin keduanya lagi sensitif," kata ABG berambut sebahu itu.
Akhirnya, persahabatan itupun pecah. Entah siapa yang memulai, keduanya mulai saling menjambak. Tak puas, jari tanganpun turun ke muka guna saling cakar. Kisah pergelutan kawan sepermainan sejak kecil ini berlanjut di tanah dengan teriakan teman-teman lainnya. Pergumalan kedua tersebut usai ketika Pratiwi menyerah. "Ani badannya lebih besar," ceritanya dengan meletup-letup.
Namun rupanya Pratiwi tak menyerah begitu saja. Gadis itu pun melapor ke Polsek Jagakarsa ditemani Iis dan teman-temannya. Namun kasus ini tidak berlanjut panjang.
"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Aiptu Bambang Is di markasnya.
(asp/ken)










































