Dua aktivis Walhi itu adalah Bery Hahdian Furqan dan Erwin Usman diamankan polisi. Bery yang juga Direktur Eksekutif Walhi diamankan polisi usai memimpin demo di Pantai Malalayang bersama aktivis dari Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Indonesia.
Mereka diamankan polisi saat hendak pulang ke penginapan. Hingga pukul 18.15 Wita, Senin (11/5/2009), mereka masih menjalani pemeriksaan di Poltabes Manado.
Β
11 Aktivis Filipina Terancam Dideportasi
Aksi demo tersebut juga berbuntut pahit bagi sebelas aktivis lingkungan asal Filipina. Mereka terancam akan dideportasi oleh pihak Imigrasi Manado.
''Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh Imigrasi Manado. Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah, kami masih menunggu,'' ungkap aktivis lingkungan Sulut, Yul Takaliuang.
YuI menduga ada upaya pihak-pihak tertentu menggagalkan kongres Nelayan yang akan digelar di Kolongan Beach, Malalayang 12-13 Mei 2009.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah aktivis dan nelayan-nelayan tradisional demo di pantai Malalayang, Manado. Aksi ini digelar bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan WOC dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit.
Unjuk rasa diikuti oleh para aktivis dari Walhi, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Koalisi Rakyat untuk keadilan perikanan (Kiara), Institut Indonesia Hijau, dan Komite Persiapan Organisasi Nelayan Nasional Indonesia (KPNNI).
(djo/djo)











































