Tak Ada Lagi Tradisi Jabat Tangan Saat Wisuda

Wabah Flu H1N1 di AS

Tak Ada Lagi Tradisi Jabat Tangan Saat Wisuda

- detikNews
Sabtu, 02 Mei 2009 13:11 WIB
Tak Ada Lagi Tradisi Jabat Tangan Saat Wisuda
Boston - Gara-gara wabah flu H1N1 (sebelumnya disebut flu babi), tradisi lama pun bisa berubah. Ini terjadi di kampus Northeastern University di Boston, AS.

Pihak universitas meniadakan tradisi jabat tangan untuk para mahasiswa yang diwisuda. Padahal tradisi saat para mahasiswa menerima gelar diploma mereka tersebut telah lama berlangsung.

Bahkan di kampus Cisco Junior College di Texas, acara wisuda dibatalkan!

Selain itu banyak universitas seperti Dartmouth College di New Hampshire, Western Illinois University dan Tulane University di New Orleans menghentikan program belajar di Meksiko.

Lain lagi dengan Slippery Rock University di Pennsylvania. Kampus tersebut akan mengadakan wisuda terpisah bagi para mahasiswa yang baru kembali dari Meksiko.

Di Boston, sekitar 20 ribu orang berkumpul dalam acara wisuda di Northeastern University pada Jumat, 1 Mei waktu setempat. Pihak kampus tidak mau mengambil risiko. Sekitar 100 botol pembersih tangan disediakan gratis untuk hadirin. Bahkan saat membagikan ijazah, para petinggi kampus tidak menjabat tangan mahasiswa seperti yang selama ini berlaku.

Juru bicara universitas, Michael Armini mengungkapkan, pihak kampus hanya menjalankan rekomendasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC). "Kami mengikuti panduan mereka untuk meminimalisir kontak," kata Armini seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/5/2009).

Kampus Cisco Junior College bahkan membatalkan seremoni wisuda yang seharusnya digelar pada Jumat, 1 Mei. Sebagai gantinya, ijazah para mahasiswa yang lulus akan dikirimkan melalui pos.

"Kami mengerti banyak yang akan kecewa dengan keputusan kami," ujar rektor Colleen Smith. "Namun kami yakin bahwa lebih penting melindungi para mahasiswa kami, pegawai dan keluarga daripada mengadakan seremoni wisuda pada saat ini," imbuhnya.

Ratusan sekolah dan kampus di AS juga diliburkan sementara karena wabah flu H1N1 ini. Termasuk School of Dental Medicine Harvard di Boston yang meliburkan mahasiswanya hingga Rabu, 6 Mei mendatang. Ini dilakukan setelah dua mahasiswa dinyatakan sebagai kasus dugaan flu H1N1 dan tujuh mahasiswa lainnya menunjukkan gejala-gejala seperti flu.

"Semua upaya tengah dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi dan menyembuhkan mahasiswa-mahasiswa yang terjangkit," demikian statemen Harvard.
(ita/ita)


Berita Terkait