Permintaan tersebut disampaikan Ketua Bali Tourism Board Ngurah Wijaya kepada wartawan di kantornya, jalan Puputan Raya Renon, Denpasar, Selasa (28/4/2009).
Wijaya berharap pemerintah tidak terburu-buru memberlakukan travel ban sebagai langkah untuk mencegah masuknya wisatawan asing yang berasal dari daerah pandemi. "Kasus flu burung yang lebih parah belum menerapkan pencegahan seperti itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kehatan dan Dinas Peternakan untuk melakukan pencegahan flu babi.
Sejak merebaknya kasus flu babi, tingkat kunjungan wisatawan ke Bali belum terpengaruh. Berdasarkan data Dinas pariwisata, kedatangan wisatawan asing masih normal berkisar antara 2.500 hingga 3.000 orang per hari.
Kunjungan tersebut juga berasal dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. "Namun jumlahnya kecil sekali dibanding wisatawan negara Asia dan Australia," katanya.
Dampak penurunan wisatawan akan terlihat dalam tiga bulan setelah merebaknya kasus ini. Untuk itu pihak pariwisata Bali tetap mewaspadi kasus flu babi yang kini menghebohkan dunia.
(gds/djo)











































