Informasi yang diperoleh detikcom, Agus sudah ditangkap polisi Malaysia sejak 5 Maret 2009 lalu. Namun pihak keluarga keluarga Agus baru mendapatkan informasi penangkapan dan penahanannya beberapa hari lalu.
Salah seorang anggota keluarga Agus, Junaidi Bahri, mengatakan, Salim bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan di negara bagian Johor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya Abang Agus menelepon ibunya setiap hari Minggu, tapi ini sudah sebulan lebih dia tak pernah telepon lagi. Pastilah keluarga di Medan jadi mulai gelisah," tutur Junaidi, adik Agus ketika datang ke Malaysia bersama ibunya, Kartem, dua hari lalu.
Bahkan selain menangkap, dia mengatakan pihak berwenang Malaysia juga menggeledah kamar Agus. Selanjutnya Agus dibawa ke Markas Besar Polisi Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur.
Ketua organisasi yang menentang penerapan ISA, Gerakan Mansuhkan ISA (GMI) Syed Ibrahim Syed Noh menyayangkan penangkapan Agus yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada keluarga maupun informasi kepada media.
"Malah keluarganya pun tidak diberi tahu tempat dan kondisi tahanan hingga kini," cetus Ibrahim.
Untuk melakukan pembelaan hukum, Junaidi mengatakan, keluarga Agus telah meminta bantuan kepada Komnas HAM Malaysia (Suhakam) dan GMI. Keluarga Agus direncanakan juga akan melaporkan masalah tersebut ke KBRI Kuala Lumpur pada Selasa 21 April besok.
Sedangkan siang ini, pihak keluarga Agus berencana menemui Agus di Markas Besar Polisi Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur.
Selain Agus, dua orang lain dari warga negara Malaysia, yaitu Abdul Matin dan Johar Hassan ditahan sejak 1 April 2009.
(rmd/nrl)










































