Polisi: Ngaku Disuruh Orang, Mulyadi Asal Ngomong

Pembunuhan Pacific Place

Polisi: Ngaku Disuruh Orang, Mulyadi Asal Ngomong

- detikNews
Minggu, 12 Apr 2009 14:25 WIB
Polisi: Ngaku Disuruh Orang, Mulyadi Asal Ngomong
Jakarta - Pelaku pembunuhan Maria Fransisca Bernadette Elen Sutjiadi alias Elen (22), Mulyadi (30) menyebut adanya pihak yang menyuruhnya untuk menghabisi nyawa Elen. Namun setelah pihak-pihak tersebut diperiksa, polisi belum berhasil menemukan adanya keterkaitan.

"Dia asal ngomong saja," ujar Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan saat dihubungi detikcom, Minggu (12/4/2009).

Dugaan sementara, lanjut Iriawan, pihak-pihak yang disebut Mulyadi sebagai orang yang menyuruhnya untuk membunuh Elen hanya berupa tipu muslihat.  "Saat kita konfrontir ke salah satu yang disebut yaitu Hermanto, ia (Mulyadi) bilang tidak. Saat dikonfrontir dengan PA (teman Mulyadi) ia malah diam. Dugaannya pelaku memang asal ngomong," ujar Iriawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hermanto dan PA juga tidak memiliki keterkaitan dengan korban," tambahnya.

Walau keterangannya berbelit-belit, imbuh Iriawan, polisi tetap terus menyelidiki kemungkinan pihak lainnya yang terlibat. "Kita tidak akan berhenti di situ saja," jelasnya.

Elen dibunuh usai melamar pekerjaan di salah satu tenant di Mal Pacific Place. Pelaku kemudian mencegat Elen saat keluar lift di lantai 6.

Elen dibekap lalu diseret ke lantai 7 (tangga darurat). Saat ditemukan Elen meninggal dengan 3 luka tusukan di tubuhnya. Satu di perut, sedangkan dua di leher kirinya.

Polisi berhasil menangkap Mulyadi (satpam PT Garda Tama Nusantara) di kontrakannya di Jl Tanah Merdeka Rt 03 Rw 6 Kampung rambutan, Jaktim, Sabtu (11/4/2009).  Ditemukan badik yang digunakan pelaku untuk menikam Elen.


(ape/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait