"Lumayan bang, sehari bisa dapet seratus ribu, kadang malah lebih," ujar salah seorang tukang parkir di ruko Ciputat Center, Awang Kempes, Selasa (1/4/2009).
Menurut Awang, sejak hari pertama, parkiran tempat ia mencari nafkah selalu ramai dikunjungi, terutama oleh para pengguna sepeda motor. "Waktu hari minggu malah dapat tiga juta lebih," tambah Awang sambil menggenggam beberapa lembar uang pecahan seribu.
Namun uang sebanyak itu tidak dinikmati Awang sendiri. Uang tersebut dibagi rata dengan 20 orang kawannya yang juga sama-sama mengamankan parkiran tersebut.
"Kalo nggak dikumpulin begitu mah bisa malah ribut gara-gara lahan," jelas warga warga Kampung Rempoa tersebut yang juga bersebelahan dengan kampung Gintung.
Lahan parkir yang di jaga Awang dan teman-temannya, selain luas juga sangat strategis. Letaknya persis di samping pintu gerbang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIE AD), yang menjadi akses utama menuju Kampung Gintung.
"Biasanya paling juga cuma tiga puluh ribu doang bang," kenang Awang.
Meski mendatangkan berkah, namun Awang yang terkadang juga menjadi supir angkutan jurusan Lebak Bulus mengaku sedih dengan tragedi di situ Gintung.
"Teman-teman saya banyak yang mati bang. Ada enam, beneran bang,"' tegas Awang sedih.
Tarif motor seribu rupiah sekali parkir, sedangkan mobil tiga hingga lima ribu. Awang juga menambahkan jika lokasi parkir yang ia jaga bersama teman-temannya relatif aman.
(her/mok)











































