Pasukan Irak yang dibantu oleh tentara Amerika Serikat terus melakukan pengintaian sambil menyampaikan pesan dalam bahasa Arab. Isi pesannya adalah memerintahkan para penduduk untuk segera menyerahkan senjata yang mereka simpan sebelum batas waktu yang berakhir pada siang besok, Senin (30/3/2009) pada pukul 09.00 waktu setempat.
"Barangsiapa yang masih memegang senjata setelah batas waktu akhir nanti maka akan dicap sebagai teroris," bunyi pesan tersebut seperti dikutip AFP, Minggu (29/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan militer Baghdad Mayor Jenderal Qasim Atta menjelaskan, Mashhadani ditahan bersama dengan anggota Sahwa lainnya Salman Kaduri setelah diduga melakukan pembunuhan dan pemerasan.
"Terdapat 80 laporan yang melawan dia terkait pembunuhan dan pemerasan," ujar Qasim Atta.
Sebelumnya, saat penangkapan pada Sabtu kemarin, dua warga sipil meninggal dan 15 lainnya mengalami cedera termasuk empat orang tentara dan tujuh anggota dari Sahwa.
(fiq/mad)











































