Disinyalir roket tersebut akan diarahkan ke wilayah Jepang.
Harian Sankei Japanese seperti dikutip Reuters pada Minggu (29/3/2009) mengatakan, kabar tersebut datang bersamaan dengan kabar bahwa Pyongyang akan meluncurkan satelit komunikasi antara tanggal 4-8 April 2009. Hal tersebut diduga akan menjadi percobaan peluncuran roket jarak jauh, Taepodong 2, yang saat ini disinyalir telah berada di landasan luncur.
Korea Utara telah mendapatkan peringatan dari lembaga-lembaga internasional untuk tidak mengarahkan roket tersebut ke wilayah Jepang dan menjatuhkan roket pendorongnya ke wilayah barat dan timur. Bahkan lembaga internasional mengatakan bahwa setiap usaha untuk meluncurkan roket akan dianggap sebagai usaha untuk memulai perang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, salah satu penyiar NHK Jepang melaporkan bahwa Tentara Pertahanan Udara Jepang telah meluncurkan satu unit senjata untuk menembak jatuh roket Korea Utara tersebut di prefektur utara, Akita dan Iwate, Jepang.
Unit yang menggunakan misil PAC-3 (Patriot Advanced Capability-3) tersebut telah diluncurkan dari landasan pusat Jepang pada hari Minggu dan diperkirakan akan tiba di prefektur utara pada hari Senin.
Jepang meluncurkan dua misil penghancur balistik ke wilayah Laut Jepang pada Sabtu kemarin, untuk menghindari bahaya jatuhnya reruntuhan akibat peluncuran roket kontroversial yang direncanakan oleh Korea Utara.
(nvc/mad)











































