"Pasti (dipanggil), karena dia kan pengelola situ, pasti akan kita panggil," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Irman Satya Budi di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jaksel, Rabu (18/3/2009).
Selain akan memanggil pengelola gedung, Irman akan memeriksa CCTV gedung mewah tersebut. "Di situ kan sangat ketat. Ada mal, apartemen, hotel dan kawasan. Masing-masing punya security. Nah di dalamnya lagi masing-masing tenant juga punya satpam termasuk CCTV juga akan kita cek untuk mengenali orang ini siapa," jelas Irman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, lanjut Irman, polisi akan terus menelusuri motif pembunuhan wanita bernama Elen ini. Meskipun ponsel, tas serta dompet korban hilang, belum dipastikan juga apakah pembunuhan ini bermotif pencurian. "Tapi perhiasan masih ada di tuubuh korban seperti kalung liontin," imbuhnya.
Irman menambahkan, peristiwa pembunuhan Elen terjadi di lokasi sekitar mayat korban ditemukan pertama kali. Sebab tidak ada bercak-bercak darah di lokasi lain. "Kalau dari bercak-bercak darah dia hanya dihabisi di lokasi tersebut karena tidak ada darah yang berceceran di tempat lain," kata Irman.
Ada kemungkinan korban diperkosa? "Kalau dari korban, kondisi bau masih biasa-biasa. Perut ke bawah juga tidak ada kerusakan. Baju atas juga rapi dan biasa dan kancingnya terbuka satu," pungkasnya. (anw/iy)











































