"Serangan itu adalah EID (alat peledak bikinan sendiri). Empat prajurit meninggal," ujar juru bicara Pasukan Pembantu Keamanan Internasional (ISAF), Richard Blanchette seperti dilansir AFP Senin (16/3/2009)
Serangan itu terjadi setelah tiga prajurit ISAF lainnya tewas di Afghanistan pada hari Sabtu 14 Maret kemarin. Satu tentara Inggris dan satu tentara Prancis tewas dalam serangan tersebut. Sementara satu tentara lain, yang kewarganegaraannya tidak diungkapkan, meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Afghanistan utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dilakukan dengan profesional. Mereka mengambil risiko hidup mereka demi keamanan dan stabilitas Afghanistan," kata Blanchette.
Amerika Serikat menempatkan sekitar 38.000 prajuritnya di Afghanistan. Hingga kini jumlah tentara internasional yang tewas di Afghanistan mencapai 61 orang.
Dihari sebelumnya telah terjadi sebuah serangan bom bunuh diri saat iring-iringan kendaraan tentara AS sedang melalui pusat kota Kabul. Peristiwa itu menewaskan 2 orang warga sipil dan 14 tentara AS terluka. (mpr/anw)











































