Kepincut Janda, Ryan Tega Peras Orang Tua

Kepincut Janda, Ryan Tega Peras Orang Tua

- detikNews
Sabtu, 14 Mar 2009 20:36 WIB
Jakarta - Ada-ada saja ulah Fajar Radiansyah alias Ryan (21) ini. Hanya gara-gara kepincut sang janda, Rita, dia tega memeras orang tuanya sendiri dengan mengabarkan dirinya diculik.

"Ya bagaimana lagi, saya cinta sama dia," ungkap Ryan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2009).

Kepada wartawan, Ryan kemudian membeberkan kisah cintanya kepada sang janda beranak dua ini. Awalnya bermula ketika 2 tahun lalu, Ryan dikenalkan ke Rita oleh temannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tahu dia janda, tapi pas ketemu saya suka, terus dia juga bilang dia kesepian. Ya akhirnya saya jatuh hati. Jujur, kalau dari mukanya dia nggak cantik-cantik amat, tapi hatinya yang bikin saya jadi jatuh cinta," katanya sambil tersenyum.

Saat berkenalan dengan Rita, Ryan kala itu masih memiliki pekerjaan sebagai pelayan di Rumah Makan Padang 'Sederhana' di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Saat itu, penghasilannya masih cukup untuk membiayai dirinya dan Rita. Namun karena berselisih dengan teman sekerjanya, akhirnya Ryan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan itu.

"Ada yang nggak suka sama saya di restoran itu. Kalau saya lewat, kaki saya ditendang, akhirnya piring-piring jatuh," katanya sambil menerawang kembali ke masa lalu.

Sejak saat itu, hari demi hari dilaluinya sebagai pengangguran. Karena Ryan dan Rita tidak memiliki pekerjaan, akhirnya Ryan hanya meminta uang kepada orangtuanya untuk menghidupi Rita.

Bahkan dia rela berutang kepada teman dan tetangga. Motor Vega R kesayangannya pun digadaikan ke seorang teman sebesar Rp 800 ribu. Namun uang tersebut lama-lama menipis. Hingga suatu hari Rita mendesak Ryan untuk memberinya uang.

"Saya sama siapa lagi kalau bukan sama Ryan, saya di sini cuma sendirian. Mantan suami saya suka kasih uang tapi itu buat anak-anak saya saja," timpal Rita di tempat yang sama.

Ryan yang pusing dengan kondisi keuangan Rita yang dililit utang, memutuskan untuk meninggalkan Rita. Pada Rabu 11 Maret 2009 malam, Ryan mengambil tasnya di rumah Rita, bersiap-siap untuk pergi.

"Tapi Rita cegah saya, terus saya dikunci di kamar," kata Ryan.

Ryan kemudian mendobrak pintu kamar dan akhirnya terjadi percekcokan antara keduanya. Ryan pun dicakar oleh Rita.

"Tapi saya nggak tega mau lawan perempuan. Saya cuma nangis saja," curhatnya.

Rita yang didesak peminjam uangnya, kemudian menyuruh Ryan untuk minta uang sama orangtuanya. "Terus saya telepon kakak saya, lalu saya teriak minta tolong. Karena waktu itu saya dicakarin sama Rita," ujarnya.

Teriakan Spontan

Kendati Ryan tak merencanakan penculikan yang dikabarkan pada keluarganya, namun saat menelepon kakaknya, Ryan mengaku teriakannya spontan.

"Saya nggak ada niat untuk buat skenario penculikan. Yang waktu telepon kakak saya teriak minta tolong itu beneran. Karena saya dicakari Rita," akunya.

Namun, pertengkaran itu tak berlangsung lama, akhirnya mereka pun akur lagi. Tapi, kecemasan sang kakak yang menerima telepon dari Ryan mulai muncul.

Kakaknya kemudian mencoba mengontak Ryan kembali. Mengetahui bahwa keluarganya khawatir, akhirnya Ryan pun mengirim SMS yang berisi ancaman-ancaman kepada kakaknya.

"Saya SMS-in aja. Saya bilang, 'kepala adik kamu gua kirim ke rumah lu'. Sekarang saya mau main-main dulu sama adikmu," kata Ryan menuturkan isi SMS-nya.

Pemerasan itu, kata dia, terbersit ketika kakaknya menawarkan sejumlah uang agar bisa mengembalikan dirinya dengan selamat. Remaja berusia 21 tahun ini kemudian meminta uang Rp 3 juta sebagai tebusannya.

"Saya pikir segitu cukuplah buat nebus motor, bayar utang sama bayar kontrakan," katanya sambil cengengesan.

Ryan mengaku, dia sering meminta pinjaman uang kepada orangtuanya. Namun tidak pernah berhasil. Hal itu kemudian menginspirasi Ryan untuk memeras orangtuanya.

"Bapak saya pelit. Saya pinjam uang nggak pernah dikasih, giliran sama orang lain aja dikasih. Mereka nggak sayang sama saya. Saya sakit hati dan kesal jadinya," katanya.

Mendengar hal itu, Kepala Unit IV Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Kompol Audie Latuheru pun menimpali, "Buktinya dicariin sama keluarga. Kakak-kakak kamu malah urunan uang buat nebus kamu."

"Itu kan buat 'penjahatnya', coba kalau saya yang minta, pasti nggak dikasih. Sama penjahat saja ngasih," jawabnya dengan polos.

Seisi ruangan pun dibuat tertawa oleh jawaban-jawaban Ryan yang ceplas- ceplos dan nyeleneh itu.

Namun karena memang Ryan bukan penjahat, akhirnya tindakan itu malah membuatnya harus dikurung dalam penjara untuk beberapa hari yang tidak ditentukan. Ryan pun mengaku menyesali perbuatannya itu.

"Saya minta maaf sama keluarga dan sama semuanya. Saya nggak menyangka kalau perbuatan saya ini baklal begini akhirnya," urainya.

Karena saking cintanya kepada janda asal NTB ini, Ryan berminat meminang Rita. Namun, karena status Rita sebagai janda, orangtuanya tidak menyetujui hubungan mereka.

"Saya pernah bawa Rita ke rumah. Pas orangtua saya tahu kalau Rita janda, orangtua saya tidak setuju," tutur Ryan.

Cintanya kepada Rita juga ditunjukkannya dengan menyayangi kedua anak Rita. Bahkan kedua anaknya itu pun pernah dibawa Ryan ke rumah orangtuanya di kawasan Pancoran.

"Orang tua saya memang di depan Rita baik. Tapi kalau sudah pergi lain," katanya.

"Kalau pak polisi bebaskan kamu, kamu mau apa?" tanya wartawan.

"Saya mau cari kerja lagi dan nikahi Rita," katanya sambil menatap Rita penuh cinta. (mei/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads