Pasutri serta Balita Warga Denpasar Hilang Misterius

Pasutri serta Balita Warga Denpasar Hilang Misterius

- detikNews
Sabtu, 14 Mar 2009 18:15 WIB
Denpasar - Pasangan suami istri Yospeh Indawan (40) dan Maria Mewati Atata (37) serta seorang anaknya Yovani Olivia (1,5) hilang secara misterius karena tak meninggalkan jejak, sejak Rabu 11 Maret 2009. Hingga kini nasib mereka belum diketahui.

Hilangnya pasutri dan balita ini disampaikan oleh Pendeta Nemo Bahari kepada wartawan di gereja Pantekosta Jemaat Gloria di Jalan Batanghari, Denpasar, Sabtu (14/3/2009).

Diceritakan, pasutri ini bersama anaknya hendak menjual mobil Suzuki Swift Merah nomor polisi DK 1304 AI kepada seorang calon pembeli pada Rabu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berangkat menjual mobil tersebut kepada calon pembeli pukul 08.00 Wita. Sejam kemudian, mereka menelepon karyawannya untuk menjaga toko kain grosir yang terletak di Pasar Badung, Jalan Gajahmada, Denpasar.

Saat itu, pasutri ini hendak bertemu calon pembeli di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Pukul 11.30 Wita, Maria sempat menelepon temannya Ernawati bahwa ia hendak pergi ke Petang Badung untuk menemui calon pembeli.

"Maria mengatakan bahwa mobil mereka mau dilihat oleh  pembeli ibu-ibu dari Petang," kata Nemo Bahari.

Dalam komunikasi tersebut, Ernawati tidak menemukan kejanggalan atau keanehan dari Maria dan suaminya.

"Saya tidak merasakan apa-apa karena kita berbicara biasa saja," ujar Ernawati.

Komunikasi terakhir pasutri ini terjadi pada pukul 12.45 Wita saat Maria memberikan pesan singkat (sms) kepada karyawannya untuk menjemput ketiga anak lainnya dari sekolah. Tiga anaknya lainnya adalah Joshua (13), Yosephine Marsela (12), dan Yonatan Adiwinata (11).

Namun komunikasi dengan pasutri ini terputus sejak kerabat dan teman-temannya ini tidak bisa menghubungi pasutri ini pukul 14.00 Wita.

"Keluarga masih belum terlalu curiga karena berpikir karena mengira mereka pergi ke Surabaya," kata Pendeta Nemo.

Keanehan pun terjadi ketika keesokan harinya, Kamis 12 Maret 2009, karena pasutri ini tidak ada di Surabaya. Keberadaan mereka di Denpasar pun tak menentu. Akhirnya, Pendeta Nemo melaporkan kejadian ini ke Polda Bali.

"Kita lapor telah kehilangan kerabat," kata Pendeta Nemo.

Namun pencarian tersebut belum berhasil sebab hingga saat ini nasib pasutri ini belum jelas. Belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait hasil pencarian pasutri ini.

Terkait dugaan apakah pasutri ini disandera atau diculik seseorang, Pendeta Nemo belum bisa memberikan jawaban.

"Kita tidak tahu nasib mereka sekarang. Belum ada petunjuk dimana mereka sejak menghilang selama empat hari," kata Pendeta Nemo. (gds/nwk)


Berita Terkait