UFO Kerap Dilaporkan Mereka yang Keluar Merokok di Malam Hari

UFO Kerap Dilaporkan Mereka yang Keluar Merokok di Malam Hari

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 14 Apr 2026 13:35 WIB
UFO Kerap Dilaporkan Mereka yang Keluar Merokok di Malam Hari
Jakarta -

Siapa pun di Jerman yang merasa telah melihat objek terbang asing atau UFO, dapat melaporkannya ke Jaringan Penelitian Pusat untuk Fenomena Anomali, yang lebih dikenal dengan CENAP. Salah satu saluran telepon darurat CENAP dikelola oleh Hansjrgen Khler dan lima tim relawan lainnya yang berbasis di Odenwald.

Khler adalah pria yang berusia hampir 70 tahun, ramah dan suka mengobrol. Di usia muda ia menjadi pramuniaga karena tidak diizinkan menjadi astronom. Saat itu, ayahnya menasihatinya untuk mencari pekerjaan praktis. Artinya Khler harus mengubah kecintaannya pada antariksa menjadi sekadar hobi, meski saat itu ia sudah begitu serius dengan hobinya. Pada tahun 2023, NASA pertama kalinya menunjuk direktur untuk Fenomena Anomali yang belum Teridentifikasi (UAP). Sementara di Jerman, Hansjrgen Khler telah menyelidiki laporan fenomena anomali seperti UFO selama lebih dari 50 tahun.

Lima tahun terakhir penampakan 'UFO' cukup tinggi

Khler mengatakan CENAP telah memproses 13.621 laporan penampakan UFO sejak didirikan pada 1976 dan hampir berhasil menjelaskan keseluruhannya, dengan hanya 89 kasus yang belum terpecahkan. Laporan penampakan meningkat setiap tahun selama lima tahun terakhir, dengan 1.348 penampakan tercatat pada tahun 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar penampakan tersebut dapat dijelaskan dengan mudah dan biasanya orang salah paham menilai penampakan tersebut sebagai roket, satelit, planet yang bersinar terang, atau bintang. Khler mengatakan bahwa contoh klasiknya adalah Sirius, bintang paling terang di langit, yang terletak sedikit di atas dan di sebelah kiri rasi bintang Orion. Terkadang, penampakan tersebut juga berupa bola api atau meteor.

CENAP bukanlah satu-satunya lembaga yang menyelidiki kasus-kasus tersebut. Di Jerman terdapat sejumlah saluran telepon khusus UFO, antara lain: Kelompok Penelitian UFO Jerman (DEGUFO), Mutual UFO Network berbahasa Jerman (MUFON-CES), atau Kelompok Studi Fenomena UFO (GEP).

Khler mengatakan kepada DW bahwa sekitar 40% dari semua laporan penampakan dapat dilacak kembali ke teknologi ruang angkasa. Satelit Starlink milik Elon Musk juga telah membuat laporan penampakan yang membingungkan dalam beberapa tahun terakhir, karena, menurut Khler, satelit-satelit tersebut menunjukkan "kilauan ekstrem" dalam beberapa situasi, menyebabkan semakin banyak orang di seluruh dunia, termasuk pilot pesawat, melaporkan penampakan UFO.

Pesawat terbang, helikopter, dan pesawat nir awak (drone) juga kadang melihat penampakan. Khler mengatakan tidak mengherankan jika drone yang dapat melesat cepat dan melakukan manuver gila bisa membingungkan orang.

Namun, seringkali, penampakan anomali terjadi karena hal-hal biasa seperti balon yang terbuat dari plastik metalik tipis yang sangat reflektif atau pertunjukan laser yang mampu menjangkau puluhan kilometer dari tempat acara, menerangi langit.

CENAP, saluran telepon 'UFO' yang tidak pernah 'tidur'

Saluran telepon CENAP beroperasi 24 jam. Masyarakat juga dapat melaporkan penampakan melalui WhatsApp, E-mail, atau mengisi formulir kontak di situs web CENAP. Khler merasa adalah kewajibannya untuk menindaklanjuti setiap laporan serta membalas pesan para pengirim dalam waktu 24 jam. Ketika laporan masuk, Khler perlu mengetahui tanggal, waktu, lokasi, arah kompas, durasi penampakan, dan jumlah saksi. Foto dan video, menurut Khler juga sangat membantu.

Jam kerja utama CENAP ada pada pukul 22.00 hingga tengah malam, saat kebanyakan orang berada di balkon mereka menatap langit malam, seringkali untuk merokok. Ketika langit di atas Jerman ramai, misalnya selama hujan meteor, Khler mengatakan ia bisa menerima 60 hingga 80 panggilan dalam satu malam.

Laporan favorit Khler datang pada dini hari, antara pukul 3 dan 4 pagi. Ia langsung bangun dari tempat tidurnya berpikir kemungkinan adanya pertunjukan meteor spektakuler yang membuat orang-orang menelepon. Semakin cepat orang-orang memberi tahu CENAP, semakin baik, katanya, "Kemudian kami bisa memeriksa komputer dan melihat persis apa yang dilihat oleh penelepon."

Dalam skenario terbaik, ia dan timnya dapat menyelesaikan masalah saat itu juga.

Kurangnya pengetahuan orang awam soal astronomi

Hansjrgen Khler adalah seseorang yang skeptis soal "kehadiran UFO". Ia menjauhkan diri dari para "penggemar UFO" dan memandang pekerjaannya lebih mirip dengan kriminolog ruang angkasa daripada seseorang yang percaya pada piring terbang dan makhluk hijau kecil.

Khler yakin masih ada ruang untuk membenahi pengetahuan masyarakat tentang astronomi. Meski sudah lama memikirkan soal pembenahan ini, Khler tidak sendirian, baru-baru ini International Astronomical Union (IAU) yang berbasis di Paris, meluncurkan proyek "Big Ideas in Astronomy", yang mendefinisikan apa yang seharusnya dianggap sebagai pemahaman astronomi umum.

Namun, bukan hanya kurangnya pengetahuan yang dapat menyebabkan kesalahan identifikasi objek di ruang angkasa. Indra dan persepsi kita juga dapat menipu. Psikologi mendefinisikan hal ini sebagai pareidolia, atau kecenderungan otak untuk melihat gambar atau makna dalam pola-pola acak. Fenomena ini dapat membuat seseorang melihat struktur kabut atau pantulan sebagai UFO, meskipun orang-orang dapat rentan terhadap fenomena ini dalam tingkat yang berbeda-beda, tergantung pada kepribadian, stres, atau ekspektasi.

Antara kriminologi forensik dan pemberi konseling

Khler menggunakan perangkat lunak astronomi, informasi dari badan antariksa, dan data penerbangan untuk mengungkap kebenaran di balik sebagian besar penampakan UFO, terkadang bahkan menghubungi militer Jerman dalam kasus-kasus khusus. Di lain waktu, ia bertindak layaknya seorang detektif.

Ada satu kasus yang terus mengganggu pikiran Khler sejak tahun 1990-an. Kasus tersebut melibatkan seorang perempuan muda yang menghabiskan beberapa bulan mengejar UFO di sekitar Jerman Barat dan bahkan hingga ke Belgia menggunakan mobilnya. Suatu malam, perempuan tersebut mengatakan seorang sopir truk di Belgia membunyikan klaksonnya saat ia melintas di jalan tol. Bagi perempuan tersebut klakson adalah pertanda sopir truk juga melihat UFO.

Hal aneh tentang laporan perempuan tersebut, kata Khler, adalah bentuknya yang terus berubah, kadang tampak lebih besar, kadang lebih kecil. Khler akhirnya menemukan bahwa perempuan tersebut setengah buta, kehilangan lensa kontaknya, dan memakai kacamata yang rusak. Apa yang ia lihat bukanlah UFO, melainkan fase bulan yang naik dan turun. Khler menggambarkan kasus tersebut aneh dan dramatis. Pada akhirnya, ia percaya, perempuan itu hanya merasa kesepian.

Ia mengatakan bahwa ketika orang menelepon, seringkali ia menganggap mereka seperti adalah teman lama tanpa memperdulikan usia atau jenis kelamin atau suasana hati mereka. Khler mengingat seorang perempuan yang menelepon dari dalam apartemennya yang terkunci rapat, yakin bahwa perang telah meletus padahal sebenarnya dia melihat meteor.

"Menelepon itu membantu" kata Khler.

Ketika ia bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi, orang-orang mengucapkan terima kasih kepadanya dan merasa lega karena akhirnya mereka pun bisa tidur.

Jadi rujukan Badan Antariksa Eropa (ESA)

Belakangan, Badan Antariksa Eropa (ESA) mulai merujuk beberapa kasus kepada Khler dan CENAP. Salah satu kasus tersebut terjadi tiga tahun lalu ketika sebuah tim peneliti yang sedang mengamati aurora borealis di Norwegia melihat sesuatu yang tidak biasa. Khler berhasil menentukan bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh peluncuran roket dengan bahan bakar yang mengkristal dalam cuaca yang sangat dingin. Hal ini pun menciptakan pemandangan "spektakuler di langit."

Dalam kasus lain sekitar enam bulan lalu, ia menerima panggilan mengenai alien yang mendarat di pantai di Portugal. Ia mengatakan seorang perempuan yang mendokumentasikan situasi tersebut dengan gambar yang sangat detail mengklaim bahwa ia melihat alien muncul dan menghilang saat ia duduk di dekat api unggun di malam hari. Setelah menyelidiki kasus tersebut, Khler segera mengetahui bahwa lokasi tersebut juga merupakan tempat sekolah menyelam. Meskipun penggemar UFO kemungkinan akan mengklasifikasikan pertemuan tersebut sebagai "penampakan alien," Khler menyebutnya sebagai "omong kosong" dan mencatatnya sebagai "penyelaman malam hari."

Lalu, apakah Khler yakin bahwa suatu hari nanti UFO alien akan mendarat di Bumi?

"Mereka belum pernah datang ke sini," katanya.

Di sisi lain, ia yakin bahwa kita bukanlah makhluk hidup satu-satunya di galaksi yang luas ini.

"Saya tidak bisa memastikan mereka tidak akan datang," katanya, namun jika suatu saat mereka benar-benar mendarat di bumi dan melihat apa yang sedang terjadi, Khler yakin mereka akan segera pergi dari sini.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

Lihat juga Video: Viral Cahaya Diduga UFO di Depok, Ini Komentar BRIN

(ita/ita)


Berita Terkait