Demikian kata Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto seperti tercantum dalam rilisnya tentang kegiatan peresmian oleh Wapres JK yang diterima detikcom, Jumat (13/3/2009).
"Dengan bekal infrastruktur yang akan membuka akses beberapa daerah di Aceh terhadap dunia luar dan dapat mendorong pembangunan dan pertumbuhan perekonomian, kami percaya Pemprov NAD dapat mengambil alih tongkat estafet pembangunan dari BRR yang masa tugasnya tinggal 1 bulan lagi," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh proyek ini bernilai Rp 534 miliar. Pembangunannya dikerjakan oleh BRR NAD-Nias bekerjasama dengan Depkes RI, Pemprov NAD dan para lembaga mitra yaitu ADB (Asian Development Bank) dan MDF (Multi Donor Fund).
Masa tugas BRR NAD Nias berakhir pada 16 April 2009. Selama 4 tahun telah berhasil dibangun 133.903 ribu unit rumah tinggal, 3.585 km jalan, 12
airport dan airstrip, 20 pelabuhan laut, 1.488 unit sekolah termasuk menghasilkan 39 ribu guru, 1.047 fasilitas kesehatan, 987 bangunan pemerintah, memberikan dukungan bagi 195 ribu unit UKM serta merehabilitasi 70.000 hektar lahan pertanian. (lh/qom)











































