“Janganlah bangsa Indonesia tenggelam dalam syirik dan takhayul. Bangsa yang
dalam pikiran dan hatinya tenggelam dalam hal-hal seperti itu, tidak akan tumbuh menjadi bangsa yang rasional dan cerdas,” ujar SBY.
Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam peresmian gedung MTA, di kompleks Alun-alun Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dan mempunyai keimanan tinggi kepada yang kuasa.
SBY juga menyinggung soal takhayul tentang banyaknya bencana yang sejak
pemerintahannya sering terjadi. Menurutnya, bencana alam tersebut, entah itu
tsunami, gempa bumi, banjir, kapal tenggelam, pesawat jatuh adalah hal-hal yang bisa diselidiki secara ilmiah.
“Itu peristiwa alam, bisa dijelaskan secara nalar dan akal sehat, bukan dengan takhayul, syirik. Kembalikan kepada dimensi keimanan dan pengetahuan,” imbuhnya.
Banyaknya bencana yang akhir-akhir ini terjadi, imbuh SBY justru terjadi karena keserakahan manusia yang merusak alam dengan semena-mena.
“Bumi kita makin panas, karena ratusan tahun manusia terlalu tamak,menguras
segala kekayaan alam dan tidak pandai merawat. Akibatnya, terjadi perubahan
iklim,” pungkasnya.
(anw/mad)











































