"Tidak ada yang bersifat poltis. Tidak usah mengambil langkah-langkah yang panjang lebar," ujar Gus Dur menanggapi pertanyaan wartawan apakah kasus tersebut bernuansa politis karena salah satu pemiliknya disebut-sebut adalah Puan Maharani, putri Megawati Soekarnoputri.
Gus Dur menyampaikan hal itu usai acara 'Kongkow Bareng Gus Dur', di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (7/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan wajah yang lain adalah wajah legal, yang harus pandai-pandai menjaga keseimbangannya.
"Jadi kasus Buddha Bar ini terjadi karena hilangnya keseimbangan. Karena keseimbangan itu penting bagi roh kita," jelasnya.
"Kita juga harus relakan kalau sekarang ini, banyak yang menghina agama. Tuhan di maki-maki pun ada. Jadi biarkan saja. Waktu pertama kita dengar, kita kaget dan bereaksi. Tapi lama-lama nggak kaget lagi. Contohnya seperti ini, mau ke mana? Buddha Bar, ya sudah selesai," papar Gus Dur. (nwk/djo)










































