Penyelam dari TNI AL dibagi dalam 4 tim. Masing-masing tim terdiri dari 5 orang dan bergilir menyelam. Penyelam tampak menggunakan perahu karet untuk menuju titik kapal tenggelam dan selanjutnya menyelam.
"Para penyelam kami mengalami kendala karena masih ada beberapa ruang yang terkunci. Kalau di dalam air membuka pintu-pintu yang terkunci tersebut sangat sulit," kata Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air, Kolonel YK Usmany, di KRI Viper, Jumat (6/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut dia, posisi kapal masih mungkin bergeser atau berubah kedudukannya sehingga membahayakan penyelam yang berada di dalam dek kapal tersebut.
Dikatakan dia, tenggelamnya kapal ini menjadi masalah karena berada di jalur transportasi yang biasa dilalui kapal besar.
"Seharusnya pihak Adpel memberi peringatan kepada kapal-kapal yang melewati lokasi tenggelamnya kapal itu," ujarnya.
Kapal tenggelam di 5 derajat 55 lintang selatan dan 106 derajat 51 bujur timur.
Pencarian hingga kini masih berlangsung hingga matahari terbenam. (aan/iy)











































