Sebelumnya kantin kejujuran baru menyentuh siswa SMA. Sejak diluncurkan Oktober 2008, sudah 8.000 kantin kejujuran tersebar di seluruh Indonesia. Semua tentu masih untuk tingkat SMA.
Kajati DKI Jakarta Andhi Nirwanto meresmikan kantin kejujuran pertama untuk tingkat SMP di SMPN 80 Jakarta Timur, Jalan Kayatun Trikora, Kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jakarta ada 36 kantin yang kita resmikan. Untuk tingkat SMP baru pertama kalinya. Nanti akan kita kembangkan di seluruh wilayah Jakarta," ujarnya.
Kalau tidak jujur bagaimana? tanya Andhi. Seorang guru menunjuk ke spanduk di kantin itu. Tulisan spanduk berbunyi "Allah Melihat, malaikat mencatat."
Peresmian kantin kejujuran tingkat SMP ini disambut antusias. Usai senam bersama, murid dan guru menyantap bubur kejujuran. Bubur kacang ijo disajikan dalam gelas yang diberi tulisan "Bubur Kejujuran". Siswa dan siswi tampak lahap memakan bubur itu.
Kantin kejujuran menjual aneka makanan dan minuman ringan. Selain itu, dijual sarapan seperti nasi goreng, burger yang masing-masing diberi harga. Pembeli mengambil sendiri barang yang diinginkan, mencatat barang yang dibeli pada buku pembelian, meletakan uang pembayaran di kotak uang, dan mengambil sendiri uang kembalian jika ada. (aan/iy)










































