"Dia bilang ke Dewi istrinya, Wi ibu Sri sudah saya bunuh, dan mayatnya sekarang ada di mess. Saya bunuh dia karena memaksa saya untuk mengantarnya mencari mantan suaminya dan sekarang saya bingung mayatnya mau di buang di mana," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iriawan dalam jumpa pers di Mapolda Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakpus, Rabu (4/3/2009).
Namun, lanjut Iriawan, Dewi sendiri tidak mengetahui kapan dan di mana Joko melakukan pembunuhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luki turut membantu tersangka untuk memasukkan mayat korban yang tak lain adalah istri ke-empat tersangka ke dalam lemari yang ada di mess tersangka," tambahnya.
Iriawan menjelaskan, pada malam hari usai membunuh, Joko juga sempat pergi ke rumah mertuanya, Dasa, di Bekasi untuk meminjam mobil. Setelah mendapat pinjaman mobil, Joko kembali lagi ke mess untuk mengambil mayat Srimukti yang sudah dimasukkan ke dalam lemari berukuran 120x60 cm.
"Kemudian lemari itu diangkut ke mobil. Pukul 23.00 WIB Joko berhenti di TKP dan membuang peti tersebut di TKP sendirian," tutupnya.
(lrn/anw)











































