Bikin Resah, Ponari akan Dibahas di Tanwir Muhammadiyah

Bikin Resah, Ponari akan Dibahas di Tanwir Muhammadiyah

- detikNews
Senin, 02 Mar 2009 14:18 WIB
Bikin Resah, Ponari akan Dibahas di Tanwir Muhammadiyah
Jakarta - Munculnya fenomena dukun Ponari di Jombang Jawa Timur membuat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resah. Fenomena Ponari dan munculnya praktek perdukunan serupa akan menjadi salah satu bahasan di sidang Tanwir Muhammadiyah di Bandar Lampung, 5 - 8 Maret 2009.

Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr H. Haedar Nashir kepada wartawan di kantor Jl Cik Di Tiro No 23, Yogyakarta, Senin (2/3/2009). "Awal tahun ini, kita dihadapkan beberapa kasus yang mencengangkan dan membuat resah banyak pihak yaitu fenomena dukun Ponari," ungkap Haedar.

Menurut dia, kasus Ponari dan praktek perdukunan serupa mulai menjamur di beberapa daerah. Hal itu bukan hanya fenomena praktek pengobatan di luar logika ilmiah kesehatan. "Kami melihat ada aspek lain di luar itu, ada eksploitasi untuk dijadikan komoditas. Ini harus disikapi," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kasus Ponari, kata Haedar, kasus anarkisme politik buntut upaya pemekaran daerah seperti kasus di Medan, Sumatera Utara yang menewaskan Ketua DPRD Aziz Angkat juga akan menjadi bahasan dalam sidang tanwir yang merupakan forum tinggi Muhammadiyah di bawah muktamar.

Menurut Haedar, meski tidak akan membahas soal calon presiden, Muhammadiyah tetap akan menyoroti masalah kepemimpinan nasional. Saat ini ada banyak orang yang beranggapan mudah menjadi seorang presiden. Mereka dengan mudah mendeklarasikan diri sebagai capres.

"Padahal kita tahu menjadi presiden atau seorang pemimpin itu tidak mudah. Kita prihatin masalah-masalah seperti itu," kata dia.

Berkaitan dengan pemilu, kata dia, Muhammadiyah juga sudah mengeluarkan surat keputusan No 160 Tahun 2008 tentang larangan rangkap jabatan menjadi pengurus Organisasi Muhammadiyah dan Calon Anggota Legislatif. "Ini kita lakukan sebagai rasionalitas untuk menghindari abuse of power," pungkas dia. (bgs/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads