"Afghanistan adalah penghasil opium terbesar," kata Pejabat Departemen Antiobat Terlarang Amerika Serikat David Johnson seprti dikutip AFP, Jumat (28/2/2009).
Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengurusi persoalan ini UNODC, menyebutkan pada 2007 terdapat 193 ribu hektar ladang opium di Afghanistan, dan mengalami penurunan di 2008 menjadi 157.300 hektar.
Dalam laporan UNDOC disebutkan penurunan produksi terjadi karena beberapa faktor antara lain cuaca yang buruk, harga opium yang mengalami penurunan dan terutama operasi keamanan oleh pemrintah setempat.
Diperkirakan 14 persen penduduk Afghanistan terlibat dalam proses penanaman hingga produksi opimum. (ndr/)











































