Gempa Bumi Dapat Mendorong Banjir Besar

Gempa Bumi Dapat Mendorong Banjir Besar

- detikNews
Kamis, 19 Feb 2009 16:30 WIB
Gempa Bumi Dapat Mendorong Banjir Besar
Yogyakarta - Gempa bumi dapat mendorong terjadinya longsor tebing dan akhirnya terjadinya banjir besar. Karena itu, masyarakat diimbau agar mewaspadai banjir yang diakibatkan dorongan bencana gempa bumi dan longsor.

Hal itu diungkapkan Peneliti Banjir Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Eng. Ir Agus Maryono dalam acara 'Peringatan '1000 Hari Gempa Bumi Yogyakarta di Balai Senat UGM, Bulaksumur Yogyakarta, Kamis (19/2/2009).

Agus mencontohkan beberapa kasus banjir yang disebabkan gempa bumi, yakni banjir bandang di wilayah Bahorok di Sumatera Utara tahun 2003, banjir bandang Aceh Selatan tahun 2005, banjir di Jember Jawa Timur 2006, banjir Sinjai Sulsel 2006 dan banjir Bengawan Solo 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahun tersebut atau beberapa bulan sebelumnya, dilaporkan sudah terjadi gempa bumi di wilayah-wilayah itu," ungkap Agus.

Demikian pula dengan banjir besar yang terjadi pada tahun 1918 di wilayah Jawa bagian selatan. Saat itu daerah-daerah seperti Kebumen, Kutoarjo, Purworejo sampai Surakarta di landa banjir bandang. Jalan raya Purworejo dikabarkan terendam bajir hingga ketinggian tiga meter dan meninggalkan sisa lumpur yang sangat tebal.

"Pemeritah Hindia Belanda juga mencatat adanya kejadian gempa bumi beberapa bulan sebelumnya," katanya.

Dia mengatakan fenomena banjir yang didorong oleh gempa bumi ini akan semakin parah jika Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak. DAS yang rusak akan memperbesar potensi longsoran tebing sungai dan meningkatkan limpasan langsung ke sistem sungai.

"Di daerah berbukit rapuh dan digoncang gempa gempa bumi sebelumnya akan meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir," katanya.

Menurutnya pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat seharusnya mewaspadai hal ini. Sebab dalam lima tahun terakhir, hampir di seluruh kawasan Indonesia mengalami berkali-kali gempa bumi yang hampir merata ditambah lagi kondisi DAS yang sebagian besar telah rusak.

"Kemungkinan besar, kita masih akan segera mengalami banjir-banjir berikutnya di berbagai daerah di Indonesia lainnya," kata staf pengajar Fakultas Teknik UGM itu.

Dia mengatakan daerah-daerah yang harus ekstra waspada terhadap banjir dengan fenomena tersebut di antaranya daerah Sumatera yang berada di sepanjang Bukit Barisan di sebelah barat dan timur, daerah tekuk lereng pegunungan Aceh Tengah dan Selatan.

Sedang di pulau Jawa dapat terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur  karena secara keseluruhan sudah digoncang gempa dan banyak daerah perbukitan yang mudah longsor.

"Alur dan tebing sungai harus diperbaiki. Daerah Aliran Sungai atau DAS perlu dilakukan reboisasi dan membongkar longsoran-longsoran tebing yang menutup sungai pada musim kemarau juga perlu dilakukan," pungkas dia.
(bgs/djo)


Berita Terkait