Pantauan detikcom, Rabu (11/2/2009), di lokasi yang terletak di dekat traffic light Jl Tentara Pelajar KM 4, Desa Candisari, Kecamatan Banyurip itu saat ini telah terpasang police line. Benda berbentuk pita berwarna kuning tersebut diikatkan melingkari tempat asap tersebut mengepul.
Di tempat itu juga masih terlihat bekas galian yang dibuat petugas dari PLN. Lubang yang digali tepat di atas trotoar jalan dengan diameter 1 meter dan kedalaman sekitar 70 cm. Sebuah tiang listrik dan satu tiang besi papan reklame juga masih dibiarkan di dekat lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga orang petugas PLN tampak duduk di depan mobilnya sambil mengawasi lokasi dari jarak 20-an meter. Sedang polisi hanya berjaga di pos lalu lintas yang ada di seberang lokasi di simpang empat depan Monumen Jenderal Ahmad Yani. Beberapa orang yang melintas sesekali menengok dan ada yang berhenti untuk melihat sebentar lokasi munculnya asap.
Namun karena wilayah Purworejo dan sekitarnya sejak subuh hingga siang diguyur hujan deras, asap putih itu tidak tampak. Bau belerang yang sempat tercium pada hari Senin kemarin juga tidak ada.
"Sejak semalam hujan, jadi asapnya tidak kelihatan. Kami juga belum tahu apakah akan membongkar lagi atau tidak. Kami hanya meminggirkan tiang listrik yang dibongkar kemarin," kata salah seorang petugas PLN yang berada di dekat lokasi.
Sebelumnya diberitakan, asap putih tiba-tiba mengepul dari dalam tanah di Jl Tentara Pelajar, Purworejo. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga bernama Sutarno. Pria ini awalnya menyangka asap itu berasal dari puntung rokok atau benda lainnya yang terbakar. Namun setelah dihampiri, dia tidak menemukan puntung rokok dan benda lainnya yang terbakar di tempat itu.
(bgs/djo)










































