Pria berusia 27 tahun itu didakwa dengan perbuatan mengancam. Martin Jahnke yang berkebangsaan Jerman itu ditangkap usai insiden pelemparan sepatu pada Senin, 2 Februari lalu. Mahasiswa S2 di Universitas Cambridge fakultas pathologi itu melempar sepatu ke PM Wen ketika sedang berpidato di universitas tersebut.
Usai insiden itu, Wen menyebut tindakan tersebut "tercela". Namun dia kemudian mengimbau agar Martin tetap diizinkan meneruskan studinya di Cambridge.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika terbukti bersalah, Martin bisa diancam hukuman penjara enam bulan dan denda sebesar 5 ribu pound.
Martin juga terancam menerima tindakan disipliner dari otoritas universitasnya. Pihak universitas menyatakan, kemungkinan itu tengah dipertimbangkan. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/2/2009).
Wakil Kanselir Universitas Cambridge Professor Alison Richard usai kejadian itu menyatakan sangat menyesalkan aksi Martin.
"Universitas ini tempat untuk argumentasi dan debat, bukan untuk melemparkan sepatu," tegasnya.
Lemparan sepatu yang dilakukan Martin tidak mengenai Wen. Sepatu tersebut hanya mendarat di atas panggung, tak jauh dari tempat Wen berpidato.
(ita/iy)











































