Relawan Indonesia Percepat Distribusi Bantuan

Jelang Batas Waktu Keluar dari Gaza

Relawan Indonesia Percepat Distribusi Bantuan

- detikNews
Kamis, 05 Feb 2009 04:28 WIB
Medan - Tim kemanusiaan Indonesia yang kini berada di Gaza, Palestina, berupaya keras mendistribusikan sebanyak mungkin bantuan kepada warga Gaza. Masalahnya, 5 Februari 2009 mereka sudah harus keluar dari wilayah tersebut karena Pemerintah Mesir akan menutup pintu perbatasan di Rafah.

Koordinator Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD), Sunaryo Adhiatmoko menyatakan, pendistribusian tersebut membutuhkan proses yang panjang dan rumit. Untuk memastikan hal ini bisa cepat dilakukan, Sunaryo harus bekerja sama dengan bantuan lembaga sosial setempat.

"Membawa logistik langsung dari Mesir tidak mudah. Perlu proses perizinan yang rumit, itu pun belum tentu bisa masuk ke Gaza. Mengatasi ini, bantuan dan kerjasama dari lembaga lokal The Islamic Society Palestine, sangat membantu," kata Sunaryo saat dihubungi detikcom langsung dari Gaza City, Rabu (4/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kerjasama tersebut, lanjut Sunaryo, ada pembagian tugas. DD membeli
bantuan tersebut di Mesir, sementara membawa masuk bantuan itu ke Gaza
menjadi porsinya The Islamic Society Palestine."Apapun caranya kami tempuh, agar amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui Dompet Dhuafa bisa sampai seperti yang diharapkan. Saat ini kami terganjal deadline waktu tinggal yang tinggal beberapa hari lagi. Sebab itu semaksimal dan sebanyak mungkin bantuan dibawa masuk ke Gaza," terang Sunaryo.

Untuk kepentingan pendistribusian bantuan, DD juga dibantu 10 orang
relawan lokal. Mereka umumnya masyarakat korban perang. Bahkan beberapa
di antara mereka ada yang anggota keluarganya mati syahid saat serangan
Israel terjadi. Dengan adanya relawan lokal, bantuan relatif lebih cepat
tersalurkan.

"Alhamdulilah, hari ini, DD membawa satu tronton paket sembako untuk
1.000 keluarga pengungsi di Jabalia al Balad," tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Mesir mengeluarkan nota diplomatik yang meminta
para relawan yang masuk ke Gaza melalui Rafah agar segera meninggalkan
Gaza, sebab pintu perbatasan Rafah akan segera ditutup. Batas waktu yang
ditetapkan pada 5 Februari. Untuk seterusnya, relawan yang ingin masuk ke
Gaza melalui perbatasan Israel dan Mesir, yakni lewat Karem Abu Shalom
dan El Auga.
(rul/ape)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads