"Ada 17 rumah yang roboh. Namun masih dilakukan pendataan lagi," kata Kasi Kaur Desa Nglegok, Jumadi, yang dihubungi detikcom, Sabtu (31/1/2009).
Kendati demikian, lanjut Jumadi, sebagian besar penghuni rumah yang terkena bencana itu selamat. Korban tewas tercatat hanya 6 orang akibat rumah mereka tertimbun tanah longsor.
Menurut Jumadi, rumah penduduk yang ambruk itu tersebar di beberapa dusun, yakni di Tlukan, Sabrang, Jenggrik dan Cumpleng. Total kerugian diperkirakan hingga ratusan juga rupiah.
Dikatakan dia, longsoran dalam skala kecil juga banyak terjadi pada fasilitas umum seperti jalan, makam, dan saluran irigasi.
"Yang paling parah adalah pemakaman umum di Slumut, Ngiyono. Makam itu longsor sepanjang 50 X 46 meter," pungkasnya. (irw/ndr)











































