"Kalau keluarga menegur mengenai alasan perubahannya selama ini, Mira selalu menjawabnya dengan tangisan," jelas kakak kandung Mira, Iman Susilo (30) kepada wartawan saat ditemui di rumahnya di Jalan Mekar Manah, Bandung, Kamis (29/1/2009).
"Kalian akan tahu jawabannya nanti,' jawab Mira seperti ditirukan Iman ketika didesak lebih lanjut soal cerita di balik perubahannya.
Mira merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Euis Kartika (52) dan H. Misan (57). Semenjak awal bekerja, keluarga merasa heran terhadap aqidah Mira yang berubah drastis, seperti jarang salat maupun puasa.
Selain dahulu dikenal sebagai anak yang taat beragama, keluarga pun menjelaskan kalau Mira Sartika ialah sosok perempuan yang gemar berolahraga. Bahkan, Mira pernah berencana membela tim bola basket Jabar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Palembang, 2004 lalu.
"Mira memang atlet basket. Dia pernah hendak bermain untuk tim Jabar pada PON. Ketika itu sudah mau pergi. Namun karena saat itu juga diterima kerja, akhirnya Mira membatalkan ikut," ujar ibunya Mira, Euis Kartika (52).
Bakat yang ditunjukkan Mira tersebut sudah terlihat sejak menempuh pendidikan di SMP 9 Bandung. Selain itu, kata Euis, anaknya tersebut pernah berlaga juga di Kobatina.
"Mira sempat ikut bertanding di liga Kobatina. Dia bergabung di Klub Rajawali Bandung," ungkapnya.
Menurut Euis, aktivitas basket yang selama ini Mira jalani harus berhenti total seiring kesibukkannya bekerja. "Setelah jarang olahraga, Mira sering sakit," terangnya.
(bbp/gah)











































