"Mengidentifikasi peluang dan ancaman sangat penting bagi intelijen," ujar Laksamana Purn Dennis Blair yang ditunjuk Obama sebagai kepala badan intelijen seperti dikutip Reuters, Kamis (22/1/2009).
"Sementara AS harus mengejar para teroris yang hendak menyerang, komunitas intelijen juga perlu mendukung para pengambil kebijakan yang berupaya mencari peluang bekerja sama dengan pemimpin-pemimpin Islam yang percaya terhadap dan bekerja untuk masa depan yang lebih maju dan damai demi agama dan negara mereka," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hearing dengan Senat, Blair juga menekankan perlunya memutus hubungan dengan kebijakan intelijen Pemerintahan Bush. Hal ini termasuk dalam penerapan standar bagi pemerintah dalam menangani para tersangka pelaku teroris. Pemerintahan Bush sebelumnya telah mengisolasi Iran karena program nuklirnya dan dugaan bahwa negara tersebut mendukung terorisme.
(sho/did)











































