Ketua tim dokter penanganan bayi kembar siam RSUP Adam Malik Prof. Dr. Munar Lubis, SpAK menyatakan, kelainan jantung bawaan Asni 1 ini mengakibatkan kondisi kesehatan bayi kembar sempat memburuk.
"Kita belum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Namun dari pemeriksaan, Asni 1 mengalami kelainan jantung bawaan. Untuk sementara, kita juga memasang alat bantu pernafasan untuk menstabilkan kondisi kesehatan bayi," kata Munar kepada wartawan, Kamis (21/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu sang bayi, Asni, sejak Rabu pagi telah bertemu bayinya. Ia mengaku sedih mengetahui kondisi kesehatan bayinya menurun. "Saya hanya bisa berharap, semoga bayi saya sehat dan bisa dioperasi," sebut Asni terisak.
Bayi kembar Asni 1 dan 2 adalah anak kedua dan ketiga pasangan Asni dan Irwansyah, warga Jl. Halat, Gang Ibadah, Medan.Β Kembar siam ini lahir di RSU Permata Bunda pada 15 Januari 2009 lalu melalui proses operasi caesar.
Kedua orangtua bayi kembar berprofesi dokter yang bertugas di Pulau Seumelue, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Menurut rencana, jika kondisi kesehatan bayi normal, tim dokter akan melakukan operasi pemisahan setelah usia bayi sekitar 2,6 bulan atau berat bayi masing-masing mencapai lima kilogram. Di usia hari ke tujuh ini, berat bayi siam masih 4,5 kilogram.
(rul/djo)











































