Jadwal Dimajukan, Pekerja Kantor Cuek Saja

Jadwal Dimajukan, Pekerja Kantor Cuek Saja

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2009 05:51 WIB
Jadwal Dimajukan, Pekerja Kantor Cuek Saja
Jakarta - Imbauan Pemprov DKI memajukan jam kantor ditanggapi sinis para pekerja.
Mereka yang pada umumnya pekerja profesional, berdasi atau berblazer cuek
saja mendengar himbauan itu. Sementara para pekerja klerikal seperti
customer service, front office sampai tenaga administrasi memilih manut pada atasan. Bila manajer memajukan jam kerja, para klerikal itu menyatakan tidak bisa mengelak.

Berikut penuturan beberapa karyawan kepada detikcom, Selasa (13/1/2009).

Desi (28), akunting perusahaan jasa

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu kurang kerjaan saja. Apa haknya pemerintah ngatur-ngatur jam masuk
kantor swasta. Untung baru himbauan. Belum ada sanksi. Lha wong yang ada
sanksi kayak perda anti rokok saja nggak ada buktinya.

Macet karena pemerintah tidak bisa menyediakan rumah bagus dan murah di
tengah kota. Jadi yang gajinya biasa saja seperti saya, milih minggir ke
Bekasi yang masih murah.

Bukan karena jam kantor, tetapi moda transportasi yang nggak bener. Busway
aja udah nggak bisa diandelin. Koridor baru nggak ada yang jalan.

Pemerintah frustasi kayaknya.

Agung (35), karyawan bank swasta di Kelapa Gading


Kita kok kayak dibego-begoin ya. Dikiranya kita itu seperti anak sekolah
yang nggak tau apa-apa.

Inikan persoalan transportasi tiap pagi yang diakibatkan perumahan pekerja
di luar Jakarta semua. Jadi kalau pagi-pagi jutaan orang masuk ke Jakarta.
Harusnya, moda trasportasi dibuat lebih canggih saja, massal, nyaman dan
aman.

Lebih baik mikirin banjir deh. Atau laut pasang. Daripada mikirin yang
aneh-aneh begini.

Kalau saya baca di detikcom, usulan itukan berdasarkan riset matematis
doang. Nggak ada riset sosiologis dan psikologis. Kalau saya berpendapat
secara profesional, himbauan itu keliru.

Soleh (26), kurir diperusahaan jasa beralamat di daerah Penjaringan Jakarta Utara.

Saya sih nggak bisa apa-apa. Namanya juga bawahan ya manut saja. Tapi kalau
boleh bilang ya saya keberatan.

Rumah saya di Depok. Tiap pagi saya berangkat jam 6.00 naik motor, masuk
kantor jam setengah sembilan. Kalau harus masuk 07.00, saya harus berangkat
jam berapa?

Saya juga sekalian mengantarkan adik saya sekolah SMP di Palmerah. Dirumah
tiap pagi bakalan lebih ramai, berebut kamar mandi dan lain-lain.

Saya makin tambah bingung pemerintah maunya apa.

(Ari/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads