"Kasihan adik saya. Kandungannya sudah besar," kata Dewasumiati dalam bahasa Bugis sambil menangis meraung-raung di kantor Administrator Pelabuhan Pare-Pare, Jalan Tarakan, Kompleks Administrator Pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2009).
Dewasumiati juga menangisi nasib adiknya, Salmiah (20), yang turut menjadi korban.
Dewasumiati menceritakan, adiknya berangkat dari Pare-pare menuju Samarinda. Di Samarinda, Syamsiar, akan dijemput suaminya. "Mereka akan berangkat menuju Sangata," kata Dewasumiati. (aan/nrl)











































