Setoran Bulanan Lancar, Bisnis Pun Aman

BAP Bandar Judi Riau Beredar

Setoran Bulanan Lancar, Bisnis Pun Aman

- detikNews
Selasa, 06 Jan 2009 12:33 WIB
Setoran Bulanan Lancar, Bisnis Pun Aman
Pekanbaru - Cindra Wijaya alias Acin, bandar judi besar di Pekanbaru, membuka bisnis haramnya sejak 2006 silam. Acin mengaku bisa beroperasi sekian lama karena mendapat restu dari jajaran Polda Riau dan Poltabes Pekanbaru.

Judi di Riau sebenarnya sudah berlangsung lama sejak tahun 90-an. Namun berbagai perjudian seperti togel, bola ketangkasan, semuanya tiarap sejak Jenderal Pol Sutanto menduduki jabatan sebagai Kapolri. Di zaman Sutanto semua perjudian di Riau dibumihanguskan pada pertengahan tahun 2005 silam.

Namun awal tahun 2006, judi dengan bandar baru kembali muncul. Peredaran togel kembali marak. Bandar judi baru itu  bernama Acin. Apesnya Oktober 2008, ketika Brigjen Hadiatmoko menjabat sebagai Kapolda Riau ini, judi kembali disikat. Acin dan 22 stafnya digelandang ke dalam sel dan dijadikan tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acin mengetahui usaha judi itu dilarang keras di negara Indonesia. Namun dia mengaku tetap berani membuka judi togel di Pekanbaru karena telah mendapat 'restu' dari oknum polisi.

Pengakuan itu tertuang dalam salinan BAP Acin yang diterima detikcom. BAP itu berisi keterangan Acin saat diperiksa sebagai saksi oleh Propam Polda Riau dalam kasus pelanggaran disiplin dan pelindungan judi sejumlah anggota Polri pada 27 Oktober 2008.

Acin menjelaskan, dirinya berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar bisa menghubungi dan bertemu Kapoltabes Pekanbaru tahun 2006 yang saat itu dijabat Kombes SJ. Acin juga bertemu Wakapolda Riau, Kombes RI (saat ini telah pensiun).

"Pertemuan  itu untuk meminta izin dalam membuka permainan judi yang saya jalankan," kata Acin.

Namun Acin tidak ingat kapan pertemuan dengan SJ dan RI berlangsung. Yang jelas pertemuan itu dilakukan secara terpisah di kediaman kedua perwira menengah tersebut. Dalam pertemuan itu kedua pamen ini memberikan izin untuk membuka usaha judi togel.

Sebagai ucapan terima kasih, Acin memberikan uang masing-masing Rp 20 juta kepada Kapoltabes Pekanbaru dan Wakapolda Riau. Dan setelah judi berjalan, Acin memberikan jatah bulanan kepada Kapoltabes Pekanbaru dan Wakapolda Riau serta jajarannya.

Acin juga mengaku memberikan jatah kepada oknum TNI, wartawan, ormas dan OKP. Pemberian tersebut baru berakhir setelah Acin diciduk pada Oktober 2008.

Kini Acin dijadikan tersangka dalam  kasus judi togel dan kepemilikan senjata api ilegal. Acin juga dituding melakukan kejahatan money loundring karena hasil usaha judinya dialihkan ke usaha perkebunan sawit, serta real estate. Kasus money loundring kini tengah didalami Polda Riau.
(djo/asy)



Berita Terkait