"Menurut pengakuan tersangka kan di buang ke kali, jadi kita telusuri kali tersebut,"kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, JL Sudirman, Jakarta, Senin (5/1/2009).
Pencarian pisau ini dilakukan pada Minggu (4/1/09), polisi menyelam hingga kedalaman 8 meter. Namun, sejauh itu tidak ditemukan pisau yang digunakan tersangka Sutrisno untuk menghabisi nyawa Amah.
Lebih lanjut, Zulkarnaen mengatakan, walaupun alat bukti tersebut tidak dapat ditemukan, hal tersebut tidak mempengaruhi dalam pembuktian.
"Dari alibi waktu, barang bukti lain yang disita itu merupakan bukti petunjuk," tambahnya.
Adanya intensitas komunikasi antara Sutrisno dan Amah beberapa kali sebelum kejadian juga merupakan bukti petunjuk lain yang bisa menyeret Sutrisno ke meja hijau.
Dikatakan dia, alat bukti pisau tersebut dipinjam Sutrisno dari temannya, Slamet, yang juga bekerja sebagai tukang daging. Polisi menduga, selain menitipkan tas milik korban, Sutrisno juga menitipkan pisau ke Slamet.
"Kemungkinan dia (Sutrisno-red) juga titipkan pisau ke Slamet," tutupnya. (mei/ndr)











































