"Kita tidak bermaksud untuk menduduki Gaza atau menghancurkan Hamas, tapi untuk menghancurkan aksi teror. Dan Hamas butuh pelajaran yang nyata dan serius. Sekarang mereka mendapatkan itu," kata Peres kepada televisi ABC sebagaimana dilansir reuters, Minggu (4/1/2008).
Peres juga meremehkan kesempatan gencatan senjata untuk menghentikan peperangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di sana (Gaza) sangat berhati-hati. Kami mengendalikan. Kami menunggu. Kami memberikan mereka banyak kesempatan," imbuh Peres lagi.
Menurutnya, Hamas tidak dapat menjelaskan mengapa mereka melakukan penyerangan.
"Dan mereka tidak dapat menyembunyikan bahwa aksi mereka atas perintah Iran. Iran mempunyai satelit di Timur tengah, yakni Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Gaza," tegas Peres. (irw/irw)











































