Sumber di kepolisian menyebutkan, selain sopir angkot, teman satu kos Wati, Inul juga ikut menengok jasad Wati. Inul meyakini betul bahwa jasad mayat tersebut adalah Wati setelah melihat tahi lalat di payudara Wati.
Keterangan VI kepada polisi, Wati berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Beberapa hari sebelum Wati tewas, VI mendapat telepon dari Wati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munculnya pengakuan dari sopir angkot 106 jurusan Lebak Bulus-Parung menimbulkan polemik baru. Amah atau Wati kah korban mutilasi tersebut?
Meski kepolisian telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan, namun hingga kini belum ada pihak keluarga korban yang mengakui korban sebagai anggota keluarganya. Bahkan, golongan darah korban pun belum diketahui.
"Tes DNA belum ada. Keluarga korban juga belum ada,"ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono kepada wartawan, Rabu (31/12/2008).
(mei/mok)











































