"Sudah puluhan tahun di sini. Tapi bagaimana lagi. Tidak ditarik uang (selama
tinggal) sudah untung," kata Tarom (28), salah satu warga dilokasi penggusuran, Rabu (31/12/2008).
Di sepanjang bantaran sungai itu, berdiri 120 kios. Di pasar pintu air Petamburan di Petamburan III, 405 rumah petak yang ditinggali ratusan kepala keluarga, tidak ada satupun warga melawan. Warga justru membongkar sendiri rumahnya untuk diselamatkan kayu-kayunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut lurah Petamburan Zulkifli, area yang digusur merupakan bantaran sungai. Akibat pendirian rumah, sungai mengecil dan menyebabkan banjir.
"Ini dilakukan dalam rangka revitalisasi banjir kanal barat (BKB) dan mengurangi banjir," ujar Lurah Petamburan, Zulkifli.
(Ari/rdf)











































