Jelang Tahun Baru di Yogya, Jalan Malioboro Ditutup Total

Jelang Tahun Baru di Yogya, Jalan Malioboro Ditutup Total

- detikNews
Rabu, 31 Des 2008 16:44 WIB
Jelang Tahun Baru di Yogya, Jalan Malioboro Ditutup Total
Yogyakarta - Menjelang malam pergantian tahun baru 2009, kawasan Malioboro Yogyakarta mulia pukul 22.00 WIB akan ditutup total. Semua kendaraan bermotor tidak boleh masuk ke pusat keramaian di Kota Yogyakarta itu.

Hanya warga yang berjalan kaki yang diperbolehkan masuk di kawasan paling ramai untuk merayakan detik-detik pergantian tahun 2008 ke tahun 2009. Beberapa ruas jalan yang menghubungkan kawasan Malioboro juga akan dijaga ketat sejak pukul 19.00 WIB.

"Sebanyak 14 titik jalan yang menghubungkan ke jalur utama Malioboro juga akan ditutup. Jalan-jalan masuk menuju Malioboro seperti pertigaan Pasar Kembang dari Jl Gandekan, perempatan Gondomanan, Jalan Abu Bakar Ali akan ditutup," kata Kasat Lantas Poltabes Yogyakarta, Kompol Franky Yusandhi kepada wartawan di
Mapoltabes Yogyakarta Jl Reksobayan, Rabu (31/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kawasan Malioboro kata Franky, ada lima titik dan sembilan jalan utama yang akan awasi secara ketat oleh kepolisian. Sembilan jalan utama yang diawasi di antaranya Jalan Magelang, Kleringan, Abu Bakar Ali, Mataram, Suryotomo, Urip Soemoharjo, Jenderal Sudirman, KH A. Dahlan, dan Brigjen Katamso.

"Lima titik yang menjadi pusat keramaian di malam tahun baru di antaranya Simpang Empat Tugu, Malioboro hingga Kantor Pos Besar, Stadion Mandala Krida, Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan serta beberapa tempat yang menggelar panggung hiburan," katanya.

Dia mengatakan jumlah personel Poltabes yang akan melakukan pengamanan di Kota Yogyakarta sekitar 215 personil ditambah gabungan dari Polda DIY. Sedang di wilayah perbatasan Bantul dan Sleman pengamanan sudah dikoordinasikan dengan masing-masing Polres.

"Semua tempat keramaian akan terus kita pantau. Kita berharap warga bisa tertib saat merayakan tahun baru. Jangan sampai ada yang ugal-ugalan di jalan," pungkas dia.

(bgs/djo)


Berita Terkait