Seperti yang terlihat di pusat perbelanjaan Bin Dawood, yang berada di sebelah Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Pusat perbelanjaan itu selalu penuh setiap usai salat berjamaah.
Sehingga terlihat jamak pula, jamaah haji menenteng tas belanja berisi pelbagai barang-barang yang sudah dibelinya untuk dibawa pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya beli souvenir mainan Kabah dan Nabawi yang bisa berputar bila dialiri listrik. Harganya 25 riyal untuk ukuran tanggung,"kata Isa ansori pada wartawan MCH Madinah, Minggu (28/12/2008).
Ada lagi jamaah haji asal DKI Jakarta Priyo, yang memilih membeli kopiah motif Bangladesh yang tidak ada di Tanah Air. Pria ini juga ikut memborong sajadah yang digunakan untuk hiasan dinding bergambar Kabah buatan Syiria.
Β
"Kalau beli suvenir kopiah biasa banyak di Tanah Air, tapi kopiah untuk motif Bangladesh kan tidak ada. Karena itu saya beli yang model ini untuk saya bagi kepada teman-teman dan tetangga," kata Priyo.
Kalau jamaah haji pria menyasar toko peci dan sajadah, lain lagi sasaran jamaah haji wanita, yaitu toko emas. Kualitas dan model menjadi alasan utama membeli emas di negeri petro dollar ini.
Β
"Kami memilih membeli emas karena barangnya kecil dan ringan, apalagi kualitasnya juga bagus. Emas di Madinah itu emas 21 karat, tapi kalau di Tanah Air setara dengan emas 24 karat, sehingga kita tidak akan rugi kalau membeli emas,"kata jamaah haji asal Magelang, Jawa Tengah, Erna.
Mengenai harga, untuk emas 21 karat masih berkisar antara 105-110 riyal per gram. Sedangkan emas 24 karat diatas 120 riyal per gram.
Cara para pedagang emas untuk menarik pembeli tak kalah atraktif. Salah satunya dengan teriakan memuji-muji seperti, "Indonesia bagus, Indonesia Bagus. Mari-mari. Ini murah-murah. Ayo, ayo, lihat dulu-lihat dulu," kata para pedagang emas dengan bahasa indonesia yang masih terbata-bata. (yid/nwk)











































